Malihay Tour Journal – Day 9 & 10

Hari ke-9 adalah hari terakhir kami menginjakkan kaki di kota Malang dan selesai sudah Malihay Tour. Dari siang kami telah menyiapkan barang-barang untuk pulang.

Kereta yg kami naiki berangkat pukul 5.30 sore, tapi saat kami sampai di Stasiun Malang pukul 5 tepat kami baru menyadari kalau tiket Mas Bibiw salah nama dan No KTP karena satu dan lain hal. Dengan paniknya kami menghampiri customer service, tapi apa daya, Mas Bibiw tidak bisa pulang bersama kami.

Mohon maaf sekali Mas Bibiw dan terima kasih untuk segala bantuannya di Malihay Tour ini. Sampai berjumpa kembali di Tangerang!

Perjalanan 16 jam kami lalui dengan punggung dan pantat pegal, tapi sesampainyai di Stasiun Senen terlihat wajah lega dari kami semua.

Writer’s note:

10 hari sudah kami ber-12 bersama-sama menjalani Malihay Tour. Karena beberapa situasi yg terjadi dan banyaknya yang harus dipikirkan serta dilakukan, terkadang lupa apa tujuan dari ini semua. Tapi setiap penampilan dari Cat Police di Malihay Tour selalu memberikan energi setiap malamnya, semoga energi yang diberikan bisa kembali kepada kalian semua, masing-masing personil.

I don’t know much about music. But at the very beginning i’ve heard them, i know this is a good band. As the time goes, i realize this is not just a band.

-Tiara Dianita, 18 November 2017.

Iklan

Malihay Tour Journal – Day 8

Di Malang, karena uang yang dibawa tidak mencukupi untuk menginap di homestay, kami memutuskan untuk menginap di barak TNI yg permalamnya hanya 150.000. Gamma sempat tidak berani untuk tidur di samping jendela, takut gam?

Akhirnya kami mempunyai kesempatan beristirahat. Di hari kedelapan, kami hanya menghabiskan waktu di barak karena cuaca dingin yang mendukung. Selama dua hari kami di Malang, hujan mengguyur kota ini.

Malamnya kami tampil di Legipait, satu lagi tempat asik di Malang. Dizzy Head menemani kami berdendang, judul lagu “you” menjadi favorit penulis!

6 lagu kami bawakan, Mental Games menjadi lagu terakhir yang kami bawakan dalam Malihay Tour ini.

Terima kasih Night Market (Bali), Gimme Shelter (Bali), Houtenhand (Malang), dan Legipait (Malang) sudah menerima kami dengan hangat dan mempertemukan kami dengan banyak orang hebat. Terima kasih juga untuk setiap orang yang terlibat dalam kelancaran tur ini dalam tenaga, uang, maupun doa.

Malihay Tour Journal – Day 6 & 7

Hari keenam dan juga hari terakhir kami di Bali, kami harus membawa segala macam barang bawaan dari Denpasar menuju Canggu karena malam harinya kami akan manggung di Gimme Shelter. Di Canggu kami mendapat bantuan dari Pakde, pemilik warung Oemge untuk menitipkan barang bawaan.

Kami berisitirahat sejenak untuk menyimpan tenaga untuk manggung malamnya.

Walaupun yg datang tidak begitu banyak di Gimme Shelter karena itu hari Senin, kami begitu tersanjung dengan animo yg kami dapatkan. Gimme Shelter, rock & roll bar yg berada di canggu membuat kami iri karena di Tangerang tidak ada tempat seperti ini.

Sehabis mangggung jam 12 malam kami langsung bergegas menuju Pelabuhan Gilimanuk, karena hari ketujuh kami harus sudah berasa di Malang. Rasa lelah sudah mulai terasa saat menyebrang Pulau Bali menuju Pulau Jawa.

Sesampainya, cuaca berubah drastis. Hawa dingin dan Mba Tray menyambut kami di Malang. Dengan sedikit istirahat, malamnya kami langsung manggung di Houtenhand dengan line up yang luar biasa, terima kasih Grasshole dan Long Holiday. It was really nice to see you all in Malang. That was a great day. Please come to Tangerang, and we will rock together again.

Malihay Tour Journal – Day 5

Ya, betul, kita kesiangan lagi lagi dan lagi. Sampai Pantai Kuta baru jam 3 siang. Panasnya bukan main.

Langsung meluncur untuk photo session para personil The Cat Police dan jualan merchandise di sekitaran Pantai Kuta. Kami berseru “CDs & Tshirts for Surf Rock Lovers!”

Sekali lagi, kami manggung di @thenightmarketcafe di malam ketiga kami di Bali. Melihat para pegawai Night Market menikmati dan berjoget di dapur membuat kami bersemangat.

Selamat ulang tahun untuk Mas Lalu, owner Night Market. Semoga Night Market bisa terus sukses dan membawa kehangatan bagi yang datang. Nanti boleh ya manggung lagi kalo kesana.

Malihay Tour Journal – Day 4

Kesiangan lagi, kesiangan lagi. Rencana berangkat pagi pada hari keempat, tapi jam 12 baru meluncur ke @thenightmarketcafe untuk check sound. Night Market yang berada di Denpasar asik sekali untuk nongkrong, kami saja betah duduk berlama-lama menunggu jam manggung.

Saat duduk-duduk sambil bercanda, terdengar seorang ibu meneriaki anak laki-lakinya. Saya @tiaradianita merangkum dan menulisnya menjadi cerita di blog @midnight.noises dalam midnightnoises.tumblr.com.

That day, my heart broke. And angry. At the cafe in Bali, I saw a local woman and her son. I knew at the first sight that she’s marrying bule. Her son is typically cute not-so-little bule boy. // It shocked me when his mom yelled at him just because he didn’t want to share his food.

Pukul jam 8 – 10 kami manggung ditemani rintik hujan, syahdu-syahdu gimana gitu. Terima kasih @thenightmarketcafe sudah menerima kedatangan kami dan joget bersama.

Terima kasih juga buat @deapl dan @okka666 yang sudah mampir, sungguh senang melihat wajah kalian di Bali. Tenang, hari ini kami main lagi kok jam 8 malam.

Malihay Tour Journal – Day 3

Hari ketiga, kami semua bangun kesiangan akibat kelelahan dua hari di perjalanan menuju Bali.

Tapi Pantai Berawa dan matahari terbenamnya dengan sekejap menghibur kami. Langit pink ditemani bir dingin sungguh asik sekali. Serius. Gak boong. Beneran deh.

Karena kami band pang, kami harus berjalan sekitar 1 KM untuk mencapai tempat makan. Untungnya nasi goreng plus sambal yang enaknya tidak terkira mengisi perut kami yang sedang keroncongan. Terima kasih, Kafe Oemge. Tunggu kedatangan kami lagi ya.

Hari ketiga ditutup dengan keriaan bersama warga lokal Bali yang ramah namun ngamoex. Ya itulah hidup, kadang santai, kadang ngamoex, kadang ngamoex-ngamoex santai. Terimakasih juga perjamuannya, kali ini tuangannya dikit-dikit tapi nyembur, hehehe.

Hari ini kami main di @nightmarket. Mari mengamuk! Tunggu Malihay Tour Journal – Day 4 besok, ada cerita menarik di hari keempat.

Malihay Tour Journal – Day 2

Hari kedua tur ini, terima kasih dipersembahkan untuk PT Kereta Api Indonesia. Selama 14 jam kami harus duduk di kursi kereta ekonomi dari Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Banyuwangi Baru.

Sudah sampai bosan tidur, bosan makan, belum sampai-sampai juga.

Alhamdulillah, pemandangan Jawa Tengah sampai Jawa Timur bukan cuma bangunan-bangunan kota. Alhamdulillah juga, Gama gak jadi ketinggalan kereta.

Rasa senang tidak bisa ditutupi saat sampai stasiun Banyuwangi Baru, selangkah lagi sampai di Pulau Bali dengan menaiki kapal ferry. Sebelum memasuki kapal, Tuhan seperti sengaja mempertemukan kami dengan kawan dari kota yang sama, @psychobiji. Hati-hati di perjalanan, semoga sampai Tangerang dengan selamat. Gantian kita yg ke Pulau Dewata ya.

Jam 12 malam WITA, di kapal ferry kita beristirahat sejenak sambil melihat laut dan cahaya lampu. Saat yang terdengar hanya suara desir ombak, salah satu dari kami nyeletuk “dipikir-pikir kita gila juga ya” lalu dibalas dengan “kalau gak gila ya gak jadi2”.

Alhamdulillah, sekarang kita sudah sampai di Pulau Dewata. Sudah bisa tidur di kasur dan merokok sepuasnya. Besok yang di Bali kita senang-senang di Night Market. Sampai jumpa!